Minggu, 06 Mei 2012

KTI Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum di RSUD Karawang Tahun 2007-2008

KARYA TULIS ILMIAH
KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGALAMI
HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH KARAWANG
TAHUN 2007-2008










NAMA  : CENDY SISTARANI
NIM       : 030206112


PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MEDIKA CIKARANG
TAHUN 2009


PERNYATAAN PERSETUJUAN

Karya tulis ilmiah ini telah disetujui, diperiksa dan siap untuk dipertahankan dihadapan Tim penguji KTI Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medika Cikarang

Bekasi, Agustus 2009

Pembimbing I



Mujtahid, SKM


Pembimbing II



Hj. Handayani, SSiT, M.Kes




LEMBAR PENGESAHAN

Karya Tulis Ilmiah ini telah diperiksa dan disahkan oleh Tim penguji Ujian Sidang KTI Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medika Cikarang guna melengkapi syarat-syarat untuk mencapai gelar Diploma III Kebidanan (AM.Keb), pada tanggal 4 Agustus 2009
Dengan Susunan Tim Penguji

Tanda Tangan
Tanggal
  1. dr. Alamsyah, M.Kes
Sebagai Penguji I
  1. Mujtahid, SKM
Sebagai Penguji II
  1. Hj. Handayani, SsiT, M.Kes
Sebagai Penguji III

...................................

...................................

...................................

07-08-09

07-08-09

07-08-09


Mengetahui,
Ketua Prodi D III Kebidanan



Hj. Handayani, S. SiT, Mkes




DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Nama                          : Cendy Sistarani
Tempat /Tanggal lahir: Jakarta, 14 Maret 1987
Agama                        : Islam
Alamat                        : Kp. Tapak Serang No. 57 Rt 10/04
Ds. Lenggah Jaya, Kec. Cabangbungin, Bekasi
Pendidikan                 : Mahasiswa STIKes Medika Prodi D III Kebidanan
                                      Semester VI
Pekerjaan                    : Mahasiswa
Profesi lainnya            : -


Tanda Tangan

                                                                                           
(Cendy Sistarani)









KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia – Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal Karya Tulis Ilmiah yang berjudul Karakteristik Ibu Hamil Yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Di RSUD Karawang Tahun 2007-2008
Proposal Karya Tulis Ilmiah ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti ujian akhir Program Diploma III Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medika Cikarang.
Penulis menyadari bahwa dalam membuat proposal KTI ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki penulis. Semoga KTI ini dapat bermanfaat dan berguna khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pihak lain yang perlu untuk perbandingan dan pengembangan penelitian selanjutnya.
Dalam menyusun proposal  ini, penulis mempunyai banyak kesulitan. Akan tetapi berkat bantuan yang berharga dari banyak pihak, maka penulis dapat menyelesaikan proposal KTI ini sebagaimana mestinya. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Drg. Eddy Suharso, S.H, M. Kes. selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medika Cikarang.
2.       Drs. Heru Turdja’i, SKM, M. Kes. selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STIKes Medika Cikarang.
3.      Dr. Williyanti, SpKK, M. Kes. selaku Wakil Ketua II Bidang Administrasi Keuangan Mahasiswa STIKes Medika Cikarang.
4.      Paulus Ola, S. Kep. selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKes Medika Cikarang.
5.      Hj. Handayani, S. SiT, M.Kes. selaku Ketua Program Studi D III Kebidanan STIKes Medika Cikarang dan selaku Dosen Pembimbing II Stikes Medika Cikarang.
6.      Mujtahid, SKM selaku Dosen Pembimbing I Stikes Medika Cikarang.
7.      Elida Pujiwati, AM. Keb. selaku Wali Kelas Semester VI Kebidanan STIKes Medika Cikarang.
8.      Semua Dosen dan Staf STIKes Medika Cikarang yang telah turut membantu, membimbing, dan memotivasi dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.
9.      Kedua Orang Tua, khususnya ibunda tercinta dan saudara – saudara ku, yang telah memberikan dukungan baik moral maupun material.
10.  Teman – teman seperjuangan yang selalu berbagi di kala suka maupun duka.
Penulis berharap semoga laporan penelitian ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.
                                                                                        Cikarang, Agustus 2009

                                                                                                 Penulis
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN                                  
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MEDIKA CIKARANG
KARYA TULIS ILMIAH, Agustus 2009

ABSTRAK

CENDY SISTARANI
Gambaran Karakteristik pada Ibu Hamil yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang Tahun 2007-2008
Jumlah Halaman       : vii, 47 halaman, 9 tabel, 3 lampiran

Mual dan muntah terjadi pada 60-80% primi gravida dan 40-60% multi gravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejala-gejala ini menjadi lebih berat. Pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah yang disebut hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum yang yang tidak mendapatkan penanganan yang baik dapat pula menyebabkan kematian pada ibu hamil (Prawihardjo, 2005).
 Untuk memperoleh gambaran hiperemesis gravidarum, gravida, mola hidatidosa, kehamilan ganda, pendidikan dan status pekerjaan.
            Metode ini menggunakan data sekunder untuk mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah  Karawang Tahun 2007-2008.
 Berdasarkan hasil penelitian pada 38 ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum, sebagian besar terjadi pada hiperemesis gravidarum tingkat I sebanyak 78,9%, primi gravida sebanyak 57,9%, pendidikan SMA 50%, Status tidak bekerja 68,4%, sedangkan mola hidatidosa dan kehamilan ganda 0%.
 Dari 38 ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum, hiperemesis gravidarum tingkat I  sebanyak 78,9% yang sebagian besar dipengaruhi oleh faktor status tidak bekerja ibu sebanyak 68,4%.
 Tenaga kesehatan hendaknya meningkatkan pelayanan yang berkualitas sesuai standar tanpa merugikan pasien, menerapkan ilmu pengetahuan yang senantiasa mengalami perembangan dan meningkatkan keterampilan. Ibu hamil dan bersalin hendaknya mencari informasi tentang kelainan yang terjadi pada saat kehamilan dengan pemeriksaan rutin.

Bahan Bacaan : 2001-2008


DAFTAR ISI

COVER…………………………………………………………………....  i
LEMBAR PERSETUJUAN……………………………………………....  ii
LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………   iii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP……………………………………………  iv
ABSTRAK………………………………………………………………… v
KATA PENGANTAR……………………………………………………vii
DAFTAR ISI………………………………………………………………  viii
DAFTAR TABEL…………………………………………………………  xi
DAFTAR GAMBAR……………………………………………………… xii
DAFTAR SINGKATAN…………………………………………………..             xiii

BAB  I    PENDAHULUAN
        A  Latar Belakang …………………………………………………..    1
        B. Rumusan Masalah………………………………………………..    3
        C. Tujuan Penelitian…………………………………………………    3
        D. Manfaat Penelitian……………………...………………………..    4
        E. Ruang Lingkup Penelitian………………………………………...   5         
                                                                                                                       
BAB  II   TINJAUAN PUSTAKA
A.    Kehamilan..........…………………………………………………   6
B.     Emesis Gravidarum........…………………………………………  9
C.     Hiperemesis Gravidarum…………………………………………  15
D.    Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Hiperemesis
Gravidarum........…………………………………………………   23

BAB III   KERANGKA  KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL
A.    Kerangka konsep………………………………………………..    25
B.     Definisi Operasional…………………………………………….    26

BAB  IV   METODE PENELITIAN
A.      Desain Penelitian……………………………………………….     28
B.      Populasi dan Sampel……....……………………………..…….     28
C.      Sumber dan Jenis Data……………………………..…………..     29
D.      Variabel penelitian………………………………...………...….    29
E.       Instrumen Penelitian………………………………………..…..    29
F.       Cara pengambilan data……………………….......……..……...     29
G.      Pengolahan Data dan Analisa Data………………………….....   30

BAB V HASIL PENELITIAN
  1. Hasill Analisis Data Variabel Hiperemesis Gravidarum…………     33
  2. Hasill Analisis Data Variabel Gravida…………………………....    34
  3. Hasill Analisis Data Variabel Mola Hidatidosa…………………..    35
  4. Hasill Analisis Data Variabel Kehamilan Ganda………………...     36
  5. Hasill Analisis Data Variabel Pendidikan………………………..     36
  6. Hasill Analisis Data Variabel Hiperemesis Gravidarum………...      37
  7. Hasill Analisis Data Variabel Status Pekerjaan…………………..    38

BAB VI PEMBAHASAN
  1. Keterbatasan Penelitian………………………….....……………..   39
  2. Pembahasan Hasil Penelitian Terhadap Teori……………………     39

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
  1. Kesimpulan…………………………....…………………………...  45
  2. Saran………………………….....…………………………........  46

DAFTAR PUSAKA
LAMPIRAN


DAFTAR TABEL
1.      Tabel 3.1 Definisi Operasional Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang Tahun 2007-2008. hal. 25
2.      Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Hiperemesis Gravidarum dengan Data Kategorik di RSUD Karawang Tahun 2007-2008. hal. 33
3.      Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Gravida di RSUD Karawang Tahun 2007-2008. hal. 34
4.      Tabel 5.3 Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Gravida di RSUD Karawang Tahun 2007-2008. hal. 34
5.      Tabel 5.4 Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Mola Hidatidosa dengan Data Kategorik di RSUD Karawang Tahun 2007-2008. hal. 35
6.      Tabel 5.5 Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Kehamilan Ganda dengan Data Kategorik di RSUD Karawang Tahun 2007-2008. hal. 36
7.      Tabel 5.6 Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Pendidikan dengan Data Kategorik di RSUD Karawang Tahun 2007-2008. hal. 36
8.      Tabel 5.7 Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Status Pekerjaan dengan Data Kategorik di RSUD Karawang Tahun 2007-2008. hal. 37
9.      Tabel 5.8 Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Jenis Pekerjaan dengan Data Kategorik di RSUD Karawang Tahun 2007-2008. hal. 38



DAFTAR GAMBAR
1.      Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Krawang Tahun 2007-2008.



DAFTAR SINGKATAN

1.      World Health Organisation (WHO)
2.      Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB)
3.      Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI)
4.      Angka Kematian Ibu (AKI)
5.      Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)
6.      Human Chorionic Gonadotropin (HCG)
7.      Rumah Sakit (RS)
8.      Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)


LAMPIRAN

1.      Suarat izin penelitian dari pihak Rumah Sakit
2.      Daftar isian nama-nama pasien dengan cara rekam medik
        



BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar bagi negara-negara berkembang. Di negara miskin, sekitar 20-50% kematian wanita usia subur disebabkan hal yang berkaitan dengan kehamilan. Menurut data statistik yang dikeluarkan World Health Organisation (WHO) sebagai badan PBB yang menangani masalah bidang kesehatan, tercatat angka kematian ibu dalam kehamilan dan persalinan di dunia mencapai 515.000 jiwa setiap tahun  (WHO, 2008).
Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 menyatakan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 248 per 100.000 kelahiran hidup, sebagai angka tertinggi di ASEAN. Tingginya angka kematian ibu ini disebabkan oleh berbagai penyebab yang kompleks, yaitu sosial, budaya, ekonomi, tingkat pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan gender, dan penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, infeksi, eklamsi, partus lama dan komplikasi abortus. Hal ini menempatkan upaya penurunan AKI sebagai program prioritas pemerintah.
Kehamilan merupakan suatu peristiwa yang unik dan penuh misteri bagi setiap pasangan suami istri. Setiap kehamilan diharapkan dapat berakhir aman dan sejahtera baik bagi ibu maupun bagi janinnya, oleh karena itu pelayanan kesehatan maternal yang bermutu sangatlah penting dan semua perempuan diharapkan dapat memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan tersebut.
Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering didapatkan pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi setelah 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu (Prawirohardjo, 2005).
Mual dan muntah terjadi pada 60-80% primi gravida dan 40-60% multi gravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejala-gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. Pengaruh fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual dan muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah yang disebut hiperemesis gravidarum. Keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan berat ringannya penyakit. Hiperemesis gravidarum yang yang tidak mendapatkan penanganan yang baik dapat pula menyebabkan kematian pada ibu hamil (Prawihardjo, 2005).
Frekuensi kejadian hiperemesis gravidarum adalah 2 per 1000 kehamilan (Mochtar, 1998).
Di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang terdapat 1.245 ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya selama tahun 2007-2008 dan 38 diantaranya mengalami hiperemesis gravidarum. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum di Rumah Sakit Umam Daerah Karawang tahun 2008.

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka yang menjadi pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaiman mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang Tahun 2007-2008.

C.       Tujuan Penelitian
a.         Tujuan Umum
Untuk mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah tahun 2008.
.
b.         Tujuan Khusus
1)        Untuk mengetahui distribusi frekuensi ibu hamil dengan hiperemesis garvidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang tahun 2007-2008.
2)        Untuk mengetahui distribusi frekuensi ibu hamil dengan hiperemesis garvidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang berdasarkan gravida tahun 2007-2008.
3)        Untuk mengetahui distribusi frekuensi ibu hamil dengan hiperemesis garvidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang berdasarkan riwayat molahidatidosa tahun 2007-2008.
4)        Untuk mengetahui distribusi frekuensi ibu hamil yang mengalmi hiperemesis garvidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang berdasarkan kehamilan ganda tahun 2007-2008.
5)        Untuk mengetahui distribusi frekuensi ibu hamil dengan hiperemesis garvidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang berdasarkan pendidikan tahun 2007-2008.
6)        Untuk mengetahui distribusi frekuensi ibu hamil dengan hiperemesis garvidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang berdasarkan pekerjaan tahun 2007-2008.
7)        Untuk mengetahui distribusi frekuensi ibu hamil dengan hiperemesis garvidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang berdasarkan pendapatan tahun 2007-2008.





D.       Manfaat Penelitian
a.         Bagi penulis
Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dan pengalaman belajar khususnya tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan hiperemesis gravidarum.
b.         Bagi Institusi Pendidikan Kesehatan
Penelitian ini dapat digunakan sebagai sarana kepustakaan dan menambah informasi mahasiswa dalam melaksanakan asuhan kebidanan khususnya pada kehamilan.
c.          Bagi tempat penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan dan sumbangan pemikiran bagi pegawai/bidan di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya ibu hamil.
d.         Ruang Lingkup Penelitian
Karya tulis ini memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengambil data tentang hiperemesis gravidarum dan akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang pada Mei - Juli 2009. Data yang diambil adalah semua data ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum tahun 2007-2008.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.           Kehamilan
a.        Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah masa dimulainya konsepsi sampai lahirnya janin. Lama kehamilan normal adalah 280 hari atau 40 minggu atau 9 bulan 7 hari, dihitung dari hari pertama haid terakhir (Saifuddin, 2002).
Kehamilan matur (cukup bulan) berlangsung kira-kira 40 minggu (280 hari) dan tidak lebih dari 43 minggu (300 hari). Kehamilan yang berlangsung antara 28 dan 36 minggu disebut kehamilan premature, sedangkan lebih dari 43 minggu disebut kehamilan postmatur (Manuaba, 2005).
Kehamilan adalah masa dimulai dari ovulasi sampai partus, kira-kira 280 hari (40 minggu) (Prawihardjo, 2002).

b.         Usia Kehamilan
Menurut Wiknjosastro, 2005, kehamilan dibagi dalam 3 trimester:
1)         Trimester I (konsepsi sampai 12 minggu).
2)         Trimester II (12 minggu sampai 28 minggu).
3)         Trimester III (28 minggu sampai 40 minggu).


c.          Tanda-tanda kehamilan
1)         Amenorhoea
Gejala pertama kehamilan ialah haid tidak datang pada tanggal yang diharapkan. Bila seorang wanita memiliki siklus haid teratur dan mendadak berhenti, ada kemungkinan hamil. Tetapi meskipun demikian sebaiknya ditunggu selama 10 hari sebelum memeriksakan diri ke dokter. Karena sebelum masa itu sulit untuk memastikan adanya kehamilan.
Haid yang terlambat pada wanita berusia 16-40 tahun, pada umumnya memang akibat adanya kehamilan. Tetapi kehamilan bukanlah satu-satunya penyebab keterlambatan haid. Haid dapat tertunda oleh tekanan emosi, beberapa penyakit tertentu, dan juga akibat makan obat-obat tertentu.
Selain kehamilan, penurunan berat badan dan tekanan emosi juga sering menjadi penyebab keterlambatan haid pada wanita yang semula mempunyai siklus normal.
2)      Perubahan pada payudara
Banyak wanita merasakan payudara memadat ketika menjelang haid. Bila terjadi kehamilan, gejala pemadatan bersifat menetap dan semakin bertambah. Payudara menjadi lebih padat, kencang dan lebih lembut, juga dapat disertai rasa berdenyut dan kesemutan pada putting susu.
Perubahan diatas disebabkan oleh tekanan kelamin wanita, estrogen dan progesterone yang dihasilkan oleh uri (plasenta). Hormon-hormon ini menyebabkan saluran dan kantong kelenjar susu membesar, dan tertimbun lemak di daerah payudara. Rasa kesemutan dan berdenyut disebabkan oleh bertambahnya aliran darah yang mengaliri payudara.
3)      Mual dan muntah
Kira-kira separuh dari wanita yang mengandung mengalami mual dan muntah­muntah, dengan tingkat yang berbeda-beda, biasanya cukup ringan dan terjadi dipagi hari. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi juga disebabkan oleh peningkatan kadar hormon kelamin yang diproduksi selama hamil. Sesudah 12 minggu gejala-gejala itu biasanya menghilang, karena tubuh sudah menyesuaikan diri.
4)      Sering kencing
Pada awal kehamilan ginjal bekerja dan kandung kencing sepat penuh.

d.         Perubahan Fisik Dan Psikologis Yang Terjadi Pada Wanita Hamil
1)      Perubahan fisik
a)        Mudah mengantuk
b)   Sering buang air kecil
c)    Mual dengan atau tanpa muntah atau mengeluarkan air secara berlebihan
d)   Rasa panas dalam perut dan mengganggu pencernaan, gas dalam perut dan rasa kembung
e)    Enggan makan dan mengidam
f)    Pembesaran pada payudara
2)      Perubahan psikologis
a)    Emosional, mudah marah, suasana hati yang beragam, cengeng
b)   Perasaan was-was, takut, elasi (rasa senang yang berlebihan yang ditandai dengan meningkatnya aktivitas fisik dan mental).

B.       Emesis Gravidarum
a.    Pengertian
Emesis gravidarum adalah muntah-muntah pada wanita hamil (Kamus Kedokteran). Keadaan ini biasanya didahului rasa mual (nausea).
Mual dan muntah sering terjadi pada 60-80% Primigravida dan 40-60% Multigravida. Mual biasanya terjadi pada pagi hari tetapi dapat pula timbul setiap saat pada malam hari. Rasa mual biasanya dimulai pada minggu-minggu pertama kehamilan dan berakhir pada bulan keempat. Namun sekitar 12% ibu hamil masih mengalaminya hingga 9 bulan (kehamilan yang menyenangkan).
Kedua hal itu adalah gejala yang wajar dan sering didapati pada sebagian besar ibu hamil. Kebanyakan mual dan muntah ini terjadi di pagi hari atau biasa disebut morning sickness, tetapi dapat juga terjadi pada siang hari atau bahkan pada malam hari.
Mual dan muntah ini terjadi pada minggu ke 6 setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 12 minggu pertama kehamilan.

b.             Penyebab Emesis Gravidarum
Penyebab terjadinya emesis gravidarum sampai saat ini tidak dapat diketahui secara pasti. Ada yang mengatakan bahwa perasaan mual disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) dalam serum (Wiknjosastro, 1999).
Ada anggapan bahwa kadar hormon estrogen yang tinggi saat hamil muda, mungkin merupakan penyebabnya, wanita yang hamil untuk pertama kalinya dan wanita yang bertubuh besar, memiliki hormon estrogen yang bersirkulasi lebih tinggi dan lebih cenderung mengalami gangguan kehamilan.
Dalam kehamilan terjadi kekenduran relatif jaringan otot dalam sistem pencernaan sehingga pencernaan menjadi kurang efisien, dan kelebihan asam dalam lambung. Tetapi pencetus fisik ini belum dapat menjelaskan secara pasti penyebab terjadinya mual dan muntah pada kehamilan, karena sebagian besar hal ini terjadi pada semua kehamilan, namun tidak semua ibu hamil mengalaminya.
Pada bulan-bulan awal dan pertengahan kehamilan. Hal ini disebabkan makanan yang buruk dan rahim yang mudah teriritasi.
Selain faktor fisik, faktor emosional juga punya andil besar dalam menyebabkan mual dan muntah pada kehamilan. Para wanita yang mengalami mual berkepanjangan kelihatannya mendapatkan dukungan lebih sedikit dari suaminya atau orang tua mereka.
Dalam masyarakat primitif yang cara hidupnya lebih sederhana, lebih santai dan tidak banyak tuntutan, jarang sekali ditemukan ibu hamil yang mengalami rasa mual ini. Ketidakstabilan emosi dan keadaan sosial lingkungan dapat menjadi pemicu terjadinya emesis gravidarum.
Pola makan calon ibu sebelum maupun pada minggu-minggu awal kehamilan, serta gaya hidupnya juga berpengaruh terhadap terjadinya emesis gravidarum ini. Studi membuktikan bahwa calon ibu yang makan makanan berprotein tinggi namun berkarbohidrat dan bervitamin B6 rendah lebih berpeluang menderita mual hebat. Keparahan mual pun berkaitan dengan gaya hidup calon ibu. Kurang makan, kurang tidur atau istirahat dan stress dapat memperburuk rasa mual (Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan).

c.    Tanda Dan Gejala Emesis Gravidarum
Tanda-tanda emesis gravidarum berupa :
1)      Rasa mual, bahkan dapat sampai muntah
Mual dan muntah ini terjadi 1-2 kali sehari, biasanya terjadi di pagi hari tetapi dapat pula terjadi setiap saat.
2)      Nafsu makan berkurang
3)      Mudah lelah
4)      Emosi yang cenderung tidak stabil
Keadaan ini merupakan suatu yang normal, tetapi dapat berubah menjadi tidak normal apabila mual dan muntah ini terjadi terus-menerus dan mengganggu keseimbangan gizi, cairan, dan elektrolit tubuh. Ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum yang berkelanjutan dapat terkena dehidrasi sehingga akan menimbulkan gangguan pada kehamilannya.

d.   Pengaruh Emesis Gravidarum Pada Ibu dan Janin
                        Emesis merupakan dalam keadaan normal tidak banyak menimbulkan efek negatif terhadap kehamilan dan janin, hanya saja apabila emesis gravidarum ini berkelanjutan dan berubah menjadi hipermesis gravidarum yang dapat meningkatkan resiko terajadinya gangguan pada kehamilan.
                        Wanita-wanita hamil dengan gejala emesis gravidarum yang berlebih berpotensi besar mengalami dehidrasi, kekurangan cadangan karbohidrat dan lemak dalam tubuh, dapat pula terjadi robekan kecil pada selaput lendir esofagus dan lambung atau sindroma Mallary Weiss akibat perdarahan gastrointestinal (Wiknjosastro, 1999).



e.     Tanda-tanda dehidrasi :
1)        Berat badan menurun
2)        Denyut nadi meningkat (120 x / menit dan terus naik)
3)        Tekanan darah menurun (diastolik 50 mmHg dan terus turun)
4)        Mata cekung
5)        Elastisitas kulit menghilang
Apabila ditemukan tanda-tanda dehidrasi pada ibu hamil maka, ia harus segera mendapat pertolongan dari bidan atau tenaga kesehatan lainnya.
Ada mitos yang mengatakan bila rasa mual anda hebat, maka anda mengandung anak perempuan. Dan ternyata menurut penelitian, wanita hamil yang mengalami mual hebat dan terpaksa dibawa ke rumah sakit, kemungkinan besar melahirkan bayi perempuan. Sebagai contoh dari 69 wanita hamil penderita mual yang hebat, 307 orang melahirkan bayi laki-laki dan 352 sisanya melahirkan perempuan (Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan).
Bayi-bayi dari wanita yang menderita hiperemesis gravidarum sepanjang kehamilan lebih cenderung memiliki kelainan dan pertumbuhan yang sedikit terbelakang.
Pencegahan terhadap emesis gravidarum yang berlebihan perlu dilaksanakan dengan jalan memberikan penerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik, memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan, menganjurkan mengubah makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tetapi lebih sering.

f.     Hal-hal Yang Harus Dilakukan Dalam Mengatasi Emesis Gravidarum
1)        Makanlah sesering mungkin, dalam porsi kecil. Siang hari untuk porsi besar, malam hari cukup porsi kecil.
2)        Lebih banyak istirahat, hal ini akan membantu mengurangi keletihan yang dapat menimbulkan rasa mual.
3)        Simpanlah beberapa makanan kecil seperti coklat atau cracker untuk dimakan sebelum turun dari tempat tidur di pagi hari.
4)        Bangun tidur perlahan-lahan, luangkan waktu untuk bangkit dari tempat tidur secara perlahan-lahan.
5)        Berolahraga dan hiruplah udara segar, dengan melakukan oleh raga ringan, berjalan kaki atau berlari-lari kecil akan membantu mengurangi rasa mual dan muntah di pagi hari.
6)        Beberapa ahli nutrisi juga menyarankan suplemen vitamin B6 mencegah dan mengurangi rasa mual, tetapi tidak diminum dalam dosis tinggi atau menurut aturan dokter.
                                                                                                  
g.    Hal-hal Yang Harus Dihindari
1)        Hindari mengkonsumsi makanan yang berminyak atau digoreng karena akan lebih sulit untuk dicerna.
2)        Hindarilah minuman yang mengandung kafein seperti kopi, cola.
3)        Hindari menyikat gigi begitu selesai makan
Bagi beberapa ibu hamil menyikat gigi menjadi hal yang problematik karena hanya dengan memasukkan sikat gigi dalam mulut membuat mereka muntah, sehingga pilihlah waktu yang tepat untuk menggosok gigi.
4)        Hindari bau-bau yang tidak enak atau sangat menyengat.
Bau menyengat seperti dari tempat sampah, asap rokok biasanya dapat menimbulkan rasa mual dan muntah.
5)        Hindari mengenakan pakaian yang ketat.
Pakaian yang terlalu ketat dapat memberikan tekanan yang tidak nyaman pada perut dan dapat memperburuk rasa mual.

C.      Hiperemesis Gravidarum
a.         Pengertian Hiperemesis Gravidarum
                                    Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari sehingga keadaan umumnya menjadi buruk karena terjadi dehidrasi (Mochtar, 1998).
                                    Hiperemesis diartikan sebagai muntah yang terjadi secara berlebihan selama kehamilan (Farrer, 1999).
     Hiperemesis Gravidarum adalah keadaan dimana wanita tidak dapat menyesuaikan dengan keadaan mual dan muntah yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I, sehingga pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk (Prawirohardjo, 2005).
           
b.   Etiologi
        Penyebab Hiperemesis Gravidarum belum diketahui secara pasti.
     Beberapa faktor yang telah ditemukan yaitu :
1)      Faktor presdisposisi yang sering dikemukakan adalah primigravida, mola hidatidosa dan kehamilan ganda.
2)      Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolic akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan, ini merupakan faktor organik.
3)      Alergi sebagai salah satu respons dari jaringan ibu terhadap anak.
4)      Faktor psikologi memegang peranan penting pada penyakit ini, rumah tangga retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan, serta takut terhadap tanggug jawab sebagai ibu, dapat menyebabkan konflik mental yang dapat memperberat mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai pelarian kesukaran hidup.

c.      Patologi
1)      Hati
Pada hiperemesis gravidarum tanpa komplikasi hanya ditemukan degenerasi lemak tanpa nekronis, degenerasi lemak tersebut terletak sentrilobuler.
2)      Jantung
Jantung menjadi lebih kecil dari pada biasanya dan beratnya atrofi, ini sejalan dengan lamanya penyakit.hsdddddddddddddddddddd
3)      Otakbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb
Ada kalanya terdapat bercak-bercak pendarahan pada otak dan kelainan seperti pada ensefalopati wernicle dapat dijumpai.
4)      Ginjalmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
Ginjal tampak pucat dan generasi lemak dapat ditemukan pada tabulikonturti.

  1. Tanda dan Gejala
    Hiperemesis Gravidarum, menurut berat ringannya dapat dibagi kedalam 3 (tiga) tingkatan.
                      1)     TingkatnImmmmmmmsefsdvgdhtfsdfgsdertmmmsdfvsfgdefgfgdfg
Mual terus-menerus yang mempengaruhi keadaan umum penderita, ibu merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan menurun dan merasa nyeri pada epigastrium, nadi meningkat sekitar 100/menit, tekanan darah sistolik menurun, turgor kulit mengurang, lidah mengering dan mata cekung.

                      2)     TingkatnIIismdfvjkmsjdvjkjdksjJKjhfurks.aihdjfbjk.liahye.ajkdajnd
Penderita tampak lebih lemah dan apatis, turgor kulit mengurang, lidah mengering dan nampak kotor, nadi kecil dan cepat, suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit ikterik, berat badan turun dan mata menjadi cekung, tekanan darah turun, hemokonsentrasi, oligouria dan konstipasi. Aseton tercium dalam hawa pernafasan karena mempunyai aroma yang khas dan dapat pula ditemukan dalam kencing.

                      3)     TingkatnIIIJSDHKHBVCSHDVCJHKSHDVBJKSDJKSBCVKJV
Keadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun dari somnolen sampai koma, nadi kecil dan cepat, suhu meningkat tensi menurun, komplikasi fatal terjadi pada susunan syaraf yang dikenal sebagai ensefalopati werniele, dengan gejala : nistagmus, dipolpia dan perubahan mental, keadaan ini adalah akibat sangat kekurangan zat makanan, termasuk vitamin B kompleks, timbulnya ikterus menunjukkan adanya payah hati.

  1. Diagnosa
Diagnosis Hiperemesis Gravidarum biasanya tidak sukar. Harus ditentukan adanya kehamilan muda dan muntah yang terus menerus, sehingga mempengaruhi keadaan umum. Hiperemesis Gravidarum yang terus menerus dapat menyebabkan kekurangan makanan yang dapat mempengaruhi perkembangan janin, sehingga pengobatan perlu segera diberikan.JJ

  1. PenatalaksanaanMSDVCSDFDVFD
1)   Obat-obatanKJSHDGCVJKHYJSHDGJHSGJDHJHJSDHJHD
Sedativa yang siring diberikan adalah phenobarbital, vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6. Anti histamika juga dianjurkan seperti dramamin, ovamin pada keadaan lebih kuat diberikan antimetik seperti disiklomin hidrokhloride atau khlorpromasin.
2)   IsolasiJSKDJKJSHKJGKJHGJGJHGJHGJGHGJHGJGJHGGG
Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang, tetapi cerah dan peredaran udara baik. Catat cairan yang keluar dan masuk. Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam kamar penderita. Sampai muntah berhenti dan penderita mau makan, tidak diberikan makan/minum selama 24 jam. Kadang-kadang dengan isolasi saja gejala-gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan.
3)   TerapinPsikologikJKSDKJUSKDHGKJSGDKGKSGDKGKSDJ
Perlu diyakinkan kepada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan, hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan, kurangi pekerjaan serta menghilangkan masalah dan konflik yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini.
4)   CairannParenteralSDKJKSJDBGKJGSKGKGKGKJGKGKJGS
Berikan cairan parental yang cukup elektrolit, karbohidrat dan protein dengan glukose 5% dalam cairan garam fisiologik sebanyak 2-3 liter sehari. Bila perlu dapat ditambah kalium dan vitamin, khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein, dapat diberikan pula asam amino secara intravena.
5)   PenghentiannkehamilanSJHDJHGJSDVJHUGIKJUGSKLDJUJJ
Bila keadaan memburuk dilakukan pemeriksaan medik dan psikiatrik, manifestasi komplikasi organis adalah delirium, kebutuhan, takikardi, ikterus, anuria dan perdarahan dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan keadaan yang memerlukan pertimbangan gugur kandung diantaranya
a)    GangguannkejiwaanjkjkjbgkjgkjgkjgkjgkjgkjkjgkkjgkjgkjjHJH
(1)  Delirium
  (2)jiApatis,nsomnolennsampainkomakiswdckjubgksjdsk
(3)  Terjadi gangguan jiwa ensepalopati wernicle
b)nGangguannpenglihatandgbdgfdfJKJCFBVJKBKSBJVBKSDJS
(1)nPendarahanbretina
(2)  Kemunduran penglihatan
c)  GangguanmfaalJKSJDKVBHSKJDVMJHVMSHDVCSMDVH
(1)  Hatibdalambbentukbikterus
(2)  Ginjalbdalambbentukbanuria
(3)nJantung dan pembuluh darah terjadi nadi meningkat
(4)  Tekanan darah menurun

g.      Diet Hiperemesis Gravidarum
                          1)      Tujuan
Diet pada hiperemesis gravidarum bertujuan untuk mengganti persediaan glikogen tubuh dan mengontrol asidosis secara berangsur memberikan makanan berenergi dan zat gizi yang cukup.
                          2)      Syarat
Diet hiperemesis gravidarum memiliki beberapa syarat, diantaranyanadalah:
a)  Karbohidrat tinggi, yaitu 75-80% dari kebutuhan energi total
b)  Lemak rendah, yaitu < 10% dari kebutuhan energi total
c)  Protein sedang, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total
d)  Makanan diberikan dalam bentuk kering; pemberian cairan disesuaikan dengan keadaan pasien, yaitu 7-10 gelas per hari
e)  Makanan mudah cerna, tidak merangsang saluran pencernaan, dan diberikan sering dalam porsi kecil
f)  Bila makan pagi dan siang sulit diterima, pemberian dioptimalkan pada makan malam dan selingan malam
g)  Makanan secara berangsur ditingkatkan dalam porsi dan nilai gizi sesuai dengan keadaan dan kebutuhan gizi pasien
3)    Macam-macambDiet
                        Ada 3 macam diet pada hiperemesis gravidarum, yaitu:


a)bDietbHiperemesisbI
 Diet hiperemesis I diberikan kepada pasien dengan hiperemesis   gravidarum berat. Makanan hanya terdiri dari roti kering, singkong bakar atau rebus, ubi bakar atau rebus, dan buah-buahan. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam sesudahnya. Karena pada diet ini zat gizi yang terkandung di dalamnya kurang, maka tidak diberikan dalam waktu lama.

b)nDietbHiperemesisbII
Diet ini diberikan bila rasa mual dan muntah sudah berkurang. Diet diberikan secara berangsur dan dimulai dengan memberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi. Minuman tidak diberikan bersamaan dengan makanan. Pemilihan bahan makanan yang tepat pada tahap ini dapat memenuhi kebutuhan gizi kecuali kebutuhan energi.

c)nDietbHiperemesisbIII
Diet hiperemesis III diberikan kepada pasien hiperemesis gravidarum ringan. Diet diberikan sesuai kesanggupan pasien, dan minuman boleh diberikan bersama makanan. Makanan pada diet ini mencukupi kebutuhan energi dan semua zat gizi.
4)   Makanan yang dianjurkan untuk diet hiperemesis I, II, dan III adalah :
a)  Roti panggang, biskuit, crackers
b)  Buah segar dan sari buah
c)  Minuman botol ringan (coca cola, fanta, limun), sirop, kaldu tak berlemak, teh dan kopi encer
5)  Makanan yang tidak dianjurkan untuk diet hiperemesis I, II, III adalah makanan yang umumnya merangsang saluran pencernaan dan berbumbu tajam. Bahan makanan yang mengandung alkohol, kopi, dan yang mengadung zat tambahan (pengawet, pewarna, dan bahan penyedap) juga tidakbdianjurkan.

D.    Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum
a.       Gravida
Faktor presdisposisi yang sering ditemukan sebagai penyebab hiperemesis gravidarum adalah pada primigravida (Prawihardjo, 2005).
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kejadian hiperemesis gravidarum lebih sering dialami oleh primigravida daripada multigravida, hal ini berhubungan dengan tingkat kestresan dan usia si ibu saat mengalami kehamilan pertama (Nining, 2009).
Hiperemesis gravidarum terjadi 60-80% pada primigravida dan 40-60% pada multigravida (Prawihardjo, 2009).


b.      Mola hidatidosa
Faktor presdisposisi yang sering dikemukakan adalah pada mola hidatiodosa. Frekuensi yang tinggi pada mola hidatidosa  memimbulkan dugaan bahwa faktor hormon memegang peranan, karena pada keadaan tersebut hormon Khorionik gonadotropin dibentuk berlebihan (Prawihardjo, 2005).
c.       Kehamilan ganda
Penyebab hiperemesis gravidarum lainnya adalah pada kehamilan ganda. Frekuensi yang tinggi pada kehamilan ganda juga memimbulkan dugaan bahwa faktor hormon memegang peranan (Prawihardjo, 2005).
d.      Pendidikan
Kejadian hiperemesis pada ibu hamil lebih sering terjadi pada ibu hamil yang berpendidikan rendah, karena secara teoritis, ibu hamil yang berpendidikan lebih rendah cenderung kurang memperhatikan kesehatan diri dan kehamilannya (Prawihardjo, 2005).
e.       Psikologik
Faktor psikologik memegang peranan yang penting pada hiperemesis gravidarum, rumah tangga retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan, serta takut terhadap tanggug jawab sebagai ibu, dapat menyebabkan konflik mental yang dapat memperberat mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai pelarian kesukaran hidup (Prawirohardjo, 2005).


BAB III
KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL

A.  Kerangka Konsep
            Dalam penelitian ini, penulis tertarik meneliti karakteristik ibu hamil yang mengalami hiperemesis dengan menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu untuk melihat gambaran hasil analisa pada variabel independen dan variabel dependen dari karakteristik ibu hamil yang mengalami hipermesis. Variabel independen yang diteliti meliputi faktor karakteristik gravida, mola hidatidosa, kehamilan ganda, pendidikan dan pekerjaan. 

Gambar 3.1
Kerangka Konsep Penelitian
Karakterisrtik Ibu Hamil Yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum
Di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang Tahun 2007-2008


 

1.      Gravida
2.      Mola hidatidosa
3.      Kehamilan Ganda
4.      Pendidikan
5.      Pekerjaan

 
  Variabel Independen                                                Variabel Dependen

Ibu hamil mengalami Hiperemesis Gravidarum
 
   


 





B.  Definisi Operasional
Tabel 3.1
Definisi Operasional
Karakterisrtik Ibu Hamil Yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum
Di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang tahun 2007-2008
No
Variabel
Definisi
Alat ukur
Cara Ukur
Hasil ukur
Skala
 1.
Hiperemesis Gravidarum
Mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari.
Lembar isian
Isian
1. Tingkat I
2. Tingkat II
3. Tingkat III
Ordinal
2.
Gravida
Jumlah kehamilan yang pernah dialami ibu
Lembar isian
Isian
1. Primigravida       (kehamilan pertama)
2. Multigravida (kehamilan ke-2 – 4)
3. Grande gravida (kehamilan >4)
Ordinal
3.
Mola hidatidosa
Kehamilan di mana setelah fertilisasi hasil konsepsi tidak berkembang menjadi embrio, kavum uteri hanya terisi oleh jaringan seperti rangkaian buah anggur.
Lembar isian
Isian
1. Mengalami
2. Tidak mengalami
Ordinal
4.
Kehamilan ganda
Kehamilan di mana pada proses fertilisasi menghasilkan janin lebih dari satu
Lembar isian
Isian
1. Mengalami
2. Tidak Mengalami
Ordinal
5.
Pendidikan



Tingkat pendidikan formal yang pernah diikuti  ibu
Lembar isian
Isian
1. Tidak sekolah
2.Tamat SD
3.Tamat SMP
4.Tamat SMA
5.Tamat PT(D3/SI)
Ordinal
6.
Pekerjaan
Status pekerjaan ibu
Lembar isian
Isian
1. Bekerja
2. Tidak Bekeraja
Ordinal


BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN

A.      Desain Penelitian
Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan desain pnelitian cross sectional yaitu melakukan analisa pada variabel-variabel penelitian yang meliputi hiperemesis gravidarum sebagai variabel dependen dan variabel independen meliputi gravida, mola hidatidosa, kehamilan ganda, pendidikan, dan pekerjaan, dimana hasilnya berupa gambaran distribusi frekuensi dari hasil analisis variabel dependen dan variabel independen pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang tahun 2007-2008.

B.       Populasi dan Sampel
a.      Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang pada tahun 2007-2008 yaitu sebanyak 38 orang.
b.      Sampel
Sampel yang diteliti adalah seluruh populasi yang telah memenuhi kriteria dari seluruh ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang pada tahun 2007-2008 yaitu sebanyak 38 orang.
C.      Sumber dan Jenis Data
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis data sekunder yang bersumber dari data rekam medik Rumah Sakit Umum Daerah Karawang tahun 2007-2008.

D.      Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel dependen dan variabel independen. Varibel independen dalam penelitian ini adalah gravida, mola hidatidosa, kehamilan ganda, pendidikan, pekerjaan dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah karakteristik ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang tahun 2007-2008.

E.       Instrumen Penelitian
Instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan lembar isian sebagai alat untuk mendata ulang dari data rekam medik dari Rumah Sakit Umum Daerah Karawang tahun 2007-2008.

F.       Cara Pengambilan Data
Data penelitian diperoleh dengan cara mengumpulkan data yang telah memenuhi kriteria pengambilan sampel (variabel-variabel penelitian yang telah terpenuhi atau lengkap) yang dimbil dari data rekam medik dan dikelompokkan pada lembar isian penelitian untuk selanjutnya dilakukan analisa variabel penelitian.

G.      Pengolahan Data dan Analisa Data
1.    Pengolahan Data
a.        Editing
                                    Melakukan penyuntingan data pada variabel penelitian yang telah diperoleh dari rekam medik Rumah Sakit Umum Daerah Karawang tahun 2007-2008 dengan memeriksa kelengkapan data dan kesesuaian dalam pemenuhan kriteria yang diambil untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam pengisian.

b.      Coding               
                Untuk memudahkan klasifikasi data yang sesuai dengan definisi oprasional pada masing-masing variabel penelitian. Adapun pemberian kode pada data variabel penelitian yaitu sebagai berikut:
1.       Pada variabel hiperemesis gravidarum pemberian kode berdasarkan kelompok, dimana kode 1 untuk kelompok tingkat I, kode 2 untuk kelompok tingkat II,  dan kode 3 untuk kelompok tingkat III.
2.       Pada variabel gravida pemberian kode berdasarkan kelompok, dimana kode 1 untuk kelompok primi gravida (kehamilan pertama), kode 2 untuk kelompok multi gravida (kehamilan ke-2 – 4), dan kode 3 untuk mkelompok grande gravida (kehamilan >4).
3.       Pada variabel mola hidatidosa pemberian kode berdasarkan kelompok, dimana kode 1 untuk kelompok mengalami dan kode 2 untuk kelompok tidak mengalami.
4.       Pada variabel kehamilan ganda pemberian kode berdasarkan kelompok, dimana kode 1 untuk kelompok monozigotik (satu telur, identik) dan kode 2 untuk kelompok dizigotik (dua telur, fraternal).
5.       Pada variabel pendidikan pemberian kode berdasarkan kelompok, dimana kode 1 untuk kelompok tidak sekolah, kode 2 untuk kelompok tamat SD, kode 3 untuk kelompok tamat SMP, kode 4 untuk kelompok tamat SMA, dan kode 5 utuk kelompok tamat PT (D3/S1).
6.      Pada variabel status pekerjaan pemberian kode berdasarkan kelompok, dimana kode 1 untuk kelompok bekerja dan kode 2 untuk kelompok tidak bekerja.


c.       Tabulating
                Yaitu mengelompokan data tersebut kedalam tabel pada lembar isian, sesuai dengan tujuan penelitian yang terlebih dahulu penghitungan data dimasukkan secara manual.

d.      Entry
                Setelah data diberi kode, selanjutnya dimasukkan ke dalam komputer.

2.      Analisa Data
     Dalam penelitian ini analisa data yang digunakan adalah analisa data univariat yaitu analisa yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Pada umumnya dalam analisa ini hanya menghasilkan distribusi dan presentasi dari tiap variabel karena penelitian ini ingin mengetahui distribusi frekuensi dan presentasi masin–masing variabel yang diteliti. Dilakukan dengan menggunakan rumus :

       f   
P=   −   X 100 %
       n
 
                                            Keterangan :
                                            f           : frekuensi
                                             n          : Jumlah Populasi
                                             p          : presentasi








BAB V
HASIL PENELITIAN


Penelitian karya tulis ini dilaksanakan di RSUD Karawang terhitung bulan Juli 2009. Populasidalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum, variabel yang diteliti adalah hiperemesis gravidarum, gravida, mola hidatidosa, kehamilan ganda, pendidikan, status pekerjaan.

A.    Hasil Analisis Data Variabel Hiperemesis Gravidarum
Tabel 5.1
Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Hiperemesis Gravidarum dengan data kategorik
di RSUD Karawang Tahun 2007-2008

No.
Hiperemesis Gravidarum
Frekuensi
Persentese (%)
1.
Tingkat I
30
78,9
2.
Tingkat II
8
21,1
3.
Tingkat III
0
0
Jumlah responden
38
100

Hasil analisa penelitian (tabel 5.2) menunjukan dari 38 responden ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum yang tertinggi adalah pada tingkat I sebanyka 30 orang (78,9 %) dan yang terendah pada tingkat III yaitu tidak ada yang mengalami (0%).

B.     Hasil Analisis Data Variabel Gravida
Tabel 5.2
Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Gravida di RSUD Karawang Tahun 2007-2008

No.
Variabel
Nilai Terendah
Nilai Tertinggi
Rata-rata
Median
Modus
1.
Gravida
1
4
1,63
1
1

Dari tabel 5.1 dapat diketahui dari 38 raponden ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum berdasarkan gravida terendah kehamilan pertama sedangkan tertinggi kehamilan ke 4 dengan rata-rata 1 dan median 1

Tabel 5.3
Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Gravida di RSUD Karawang Tahun 2007-2008

No.
Gravida
Frekuensi
Persentese (%)
1.
Primi Gravida
22
57,9
2.
Multi Gravida
14
36,8
3.
Grande Gravida
2
5,3
Jumlah responden
38
100

Hasil analisa penelitian (tabel 5.3) menunjukan dari 38 responden ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum berdasarkan gravida yang tertinggi adalah primi gravida sebanyak 22 orang (57,9 %) dan yang terendah adalah grande gravida sebanyak 2 orang (5,3%).

C.     Hasil Analisis Data Mola Hidatidosa
Tabel 5.4
Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Mola Hidatidosa dengan Data Kategorik
Di RSUD Karawang Tahun 2007-2008

No.
Mola Hidatidosa
Frekuensi
Persentese (%)
1.
Mengalami
0
0
2.
Tidak Mengalami
38
100
Jumlah responden
38
100

Hasil analisa penelitian (tabel 5.4) menunjukan dari 38 responden ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum seluruhnya tidak ada yang mengalami mola hidatidosa.

D.    Hasil Analisis Data Variabel Kehamilan Ganda
Tabel 5.5
Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Kehamilan Ganda dengan Data Kategorik
Di RSUD Karawang Tahun 2007-2008

No.
Kehamilan Ganda
Frekuensi
Persentese (%)
1.
Mengalami
0
0
2.
Tidak Mengalami
38
100
Jumlah responden
38
100

Hasil analisa penelitian (tabel 5.5) menunjukan dari 38 responden ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum tidak ada yang mengalami kehamilan ganda.

E.     Hasil Analisis Data Variabel Pendidikan
Tabel 5.6
Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Pendidikan dengan Data Kategorik
Di RSUD Karawang Tahun 2007-2008

No.
Pendidikan
Frekuensi
Persentese (%)
1.
Tidak Sekolah
4
10,5
2.
SD
7
18,4
3.
SMP
5
13,2
4.
SMA
19
50
5.
Tamat PT (D3/S1)
3
7,9
Jumlah responden
38
100

Hasil analisa penelitian (tabel 5.6) menunjukan dari 38 responden ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum berdasarkan pendidikan yang tertinggi adalah SMA sebanyak 19 orang (50%) dan yang terendah adalah tamat PT (D3/S1) sebanyak 3 orang (7,9 %).

F.      Hasil Analisis Data Variabel Status Pekerjaan
Tabel 5.7
Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Status Pekerjaan dengan Data Kategorik
Di RSUD Karawang Tahun 2007-2008

No.
Status Pekerjaan
Frekuensi
Persentese (%)
1.
Bekerja
12
31,6
2.
Tidak Bekerja
26
68,4
Jumlah responden
38
100

Hasil analisa penelitian (tabel 5.7) menunjukan dari 38 responden ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum berdasarkan status pekerjaan yang tertinggi adalah tidak bekerja sebanya 26 orang (68,4%) dan yang terendah adalah bekerja sebanyak 12 orang (31,6%).

G.    Hasil Analisis Data Variabel Jenis Pekerjaan
Tabel 5.8
Distribusi Frekuensi Responden yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Pendidikan dengan Data Kategorik
Di RSUD Karawang Tahun 2007-2008

No.
Jenis Pekerjaan
Frekuensi
Persentese (%)
1.
Ibu Rumah Tangga
26
68,4
2.
Pegawai Swasta
6
15,8
3.
Wiraswasta
2
5,3
4.
Pegawai Negeri
4
10,5
Jumlah responden
38
100

Hasil analisa penelitian (tabel 5.8) menunjukan dari 38 responden ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum berdasarkan jenis pekerjaan yang tertinggi adalah ibu rumah tangga yaitu sebanyak 26 orang (68,4%) dan yang terendah adalah wiraswasta  yaitu sebanyak 2 orang (5,3%).


BAB VI
PEMBAHASAN

A.    Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan yang penulis rasakan dalam melakukan penelitian ini adalah pada waktu proses permohonan izin pengambilan data di RSUD Karawang yang terkesan lambat.

B.     Pembahasan Hasil Penelitian Terhadap Teori
Pada bab ini akan dikemukakan teori dan penelitian sebelumnya, seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya bahwa gambaran kejadian hiperemesis gravidarum pada kehamilan yang ditinjau dari beberapa variabel yaitu hiperemesis gravidarum, gravida, mola hidatidosa, kehamilan ganda, pendidikan, dan status pekerjaan.

  1. Hiperemesis Gravidarum
Pada masa hamil wanita umumnya mengalami nausea dan vomitus yakni gejala klinis dari hiperemesis gravidarum, gejala tersebut biasanya terjadi pada kehamilan bulan ke dua sampai ke empat, muntah-muntah yang hebat akan menyebabkan dehidrasi, asidosis karena kelaparan, alkalosis karena kehilangan asam hidroklorik dan hipokalasemia. (Titik Nurhayati,2008)
Hiperemesis Gravidarum, menurut berat ringannya dapat dibagi kedalam 3 (tiga) tingkatan. (Prawirohardjo, 2005). Berdasarkan hasil penelitian bahwa ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di RSUD Karawang Periode Tahun 2007-2008 yaitu tingkat I sebanyak 30 orang (78,9%,), tingkat II sebanyak 8 orang (21,1%), dan tingkat III tidak ada (0%). Hasil penelitian di RSUD Karawang berdasarkan tingkat hiperemesis gravidarum, frekuensi tertinggi di dapatkan pada tingkat I.
Hasil pre survei (Titik Nurhayati, 2008) di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2008 terrdapat  kebanyakan ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum tingkat I.
.
  1. Gravida
Distribusi frekuensi gravida ibu yang mengalami hiperemesis gravidarum yaitu ibu primi gravida sebanyak 22 orang (57,9%), multi gravida sebanyak 14 orang (36,8%) sedangkan grande gravida sebanyak 2 orang (5,3%).
Hasil pre survei (Titik Nurhayati, 2008) di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2008 sebanyak 58 kasus hiperemesis gravidarum.  Dari jumlah tersebut 1 orang (1,72%) dengan kehamilan pertama.
Menurut Sarwono Prawirohardjo tahun 2005, faktor presdisposisi yang sering ditemukan sebagai penyebab hiperemesis gravidarum adalah pada primi gravida. Hasil penelitian di RSUD Karawang Tahun 2007-2008 sesuai dengan teori, frekuensi tertinggi hiperemesis gravidarum didapatkan pada ibu primi gravida, karena pada ibu primi gravida cenderung memiliki pengetahuan yang yang kurang mengenai bagaimana cara menjaga kehamilannya.

  1. Mola Hidatidosa
Faktor presdisposisi yang sering dikemukakan adalah pada mola hidatiodosa. Frekuensi yang tinggi pada mola hidatidosa  memimbulkan dugaan bahwa faktor hormon memegang peranan, karena pada keadaan tersebut hormon Khorionik gonadotropin dibentuk berlebihan (Prawihardjo, 2005).
Berdasarkan distribusi frekuensi ibu hiperemesis gravidarum di RSUD Karawang tidak ada yang mengalami mola hidatidosa, demikian juga yang terjadi di RSUD Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2008 (Titik Nurhayati, 2008).
Menurut pendapat penulis berdasarkan informasi yang didapat dari pihak RSUD Karawang, tidak adanya ibu hamil dengan mola hidatidosa yang mengalami hiperemesis gravidarum di RSUD Karawang tahun 2007-2008, karena saat ini faktor psikologis lebih dominan sebagai faktor pemicu terjadinya hiperemesis di RSUD Karawang.



  1. Kehamilan Ganda
Penyebab hiperemesis gravidarum lainnya adalah pada kehamilan ganda. Frekuensi yang tinggi pada kehamilan ganda juga memimbulkan dugaan bahwa faktor hormon memegang peranan (Prawihardjo, 2005).
Berdasarkan distribusi frekuensi ibu hiperemesis gravidarum di RSUD Karawang tidak ada yang mengalami kehamilan ganda, sedangkan di RSUD Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2008 hanya terjadi pada sebagian kecil saja ibu dengan hiperemesis gravidarum (Titik Nurhayati, 2008).
Menurut pendapat penulis, hal ini juga disebabkan karena saat ini faktor psikologis lebih berpengaruh terhadap terjadinya hiperemesis gravidarum di RSUD Karawang tahun 2007-2008.

  1. Pendidikan
Kejadian hiperemesis pada ibu hamil lebih sering terjadi pada ibu hamil yang berpendidikan rendah, karena secara teoritis, ibu hamil yang berpendidikan lebih rendah cenderung kurang memperhatikan kesehatan diri dan kehamilannya (Prawihardjo, 2005).
Hasil pre survei (Titik Nurhayati, 2008) di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2008 terdapat sebanyak 58 kasus hiperemesis gravidarum. Dari jumlah tersebut hampir separuh berlatar belakang pendidikan sekolah dasar (SD) yang berjumlah 27 orang (46,6%),
Berdasarkan distribusi frekuensi pendidikan ibu yang mengalami hiperemesis gravidarum, tidak sekolah sebanyak 4 orang (10,5%), SD sebanyak 7 orang (18,4%), SMP sebanyak 5 orang (13,2%), SMA sebanyak 19 orang (50%), Perguruan tinggi 3 orang (7,9%).
Hal ini tidak sesuai dengan teori, frekuensi hiperemesis gravidarum tertinggi berdasarkan tingkat pendidikan yaitu pada ibu hamil dengan pendidikan terakhir SMA (50%).


  1. Status Pekerjaan
Faktor psikologik memegang peranan yang penting pada hiperemesis gravidarum, rumah tangga retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan, serta takut terhadap tanggug jawab sebagai ibu, dapat menyebabkan konflik mental yang dapat memperberat mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai pelarian kesukaran hidup (Prawirohardjo, 2005).
Berdasarkan distribusi frekuensi status pekerjaan ibu yang mengalami hiperemesis gravidarum, tidak bekerja sebanyak 26 orang (68,4%), bekerja sebanyak 12 orang (31,6%).
Berdasarkan distribusi frekuensi jenis pekerjaan ibu yang mengalami hiperemesis gravidarum, ibu rumah tangga sebanyak 26 orang (68,4%), pegawai swasta sebanyak 6 orang (15,8%), wiraswasta sebanyak 2 orang (5,3%), dan pegawai negeri sebanyak 4 orang (10,5%).
Hasil pre survei (Titik Nurhayati), di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2008 terdapat sebanyak 58 kasus hiperemesis gravidarum. Dari jumlah tersebut karakteristik responden berdasarkan pekerjaan Ibu hampir separuh bekerja sebagai tani yaitu berjumlah 29 orang (50,0%).
Penulis dapat menyimpulkan berdasarkan teori yang telah dikemukakan, data yang telah didapat dan informasi dari pihak rumah sakit bahwa hiperemesis gravidarum sering terjadi pada ibu hamil yang tidak bekerja karena adanya kesukaran hidup yang hanya mengandalkan pendapatan suami atau karena rutinitas ibu di rumah yang membosankan berkaitan dengan faktor psikologis sebagai faktor pemicu terjadinya hiperemesis gravidarum.







BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
1.  Sebagian besar ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di RSUD Karawang tahun 2007-2008 sebanyak 38 orang dengan variabel hiperemesis gravidarum tertnggi pada grade I yaitu 78,9%.
3. Pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum didapatkan dari gravida sebagian besar pada primi gravida yaitu sebanyak 57,9%.
4. Pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum didapatkan dari mola hidatidosa yaitu 0%.
5. Pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum didapatkan dari kehamilan ganda yaitu 0%.
6. Pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum didapatkan dari pendidikan sebagian besar pada SMA yaitu sebanyak 50%.
7. Pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum didapatkan dari status pekerjaan sebagian besar tidak bekerja yaitu sebagai ibu rumah tangga sebanyak 68,4%.


B.      Saran
1.      Bagi tenaga kesehatan/ RS
              diharapkan tenaga kesehatan menerapkan ilmu pengetahuan yang berkembang dan meningkatkan keterampilan khususnya hal–hal yang berkaitan dengan indikasi hiperemesis gravidarum. Dalam melakukan tindakan harus sesuai dengan prosedur/standar pelayanan. Pada ibu hamil yang yang memeriksakan diri hendaknya dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin dan senantiasa memberikan pendidikan kesehatan mengenai hiperemesis gravidarum.
2.      Bagi ibu hamil dan bersalin
               Ibu hamil dan bersalin dianjurkan untuk mencari informasi dan  banyak bertanya pada tenaga kesehatan tentang hiperemesis gravidarum, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan rutin.
3.      Bagi peneliti selanjutnya
Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan acuan dengan mengembangkan variabel yang lebih lengkap dan penulisan menggunakan desain yang lebih bagus serta sampel yang lebih representatif.
4.      Bagi pendidikan
                     Dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi para mahasiswa dengan penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung peningkatan kemampuan mahasiswa sehingga dapat menghasilkan bidan yang professional. Juga dapat dijadikan sebagai masukan dalam menambah wawasan ilmu pengetahuan pembaca tentang plasenta previa selama kehamilan.
5.      Bagi penulis
   Penelitian ini sangat berguna untuk menambah pengalaman   dalam penelitian sebagai bahan untuk menerapkan ilmu yang didapatkan selama perkuliahan.











DAFTAR PUSTAKA

1.      Derek Liewellyn Johes. 2001. Dasar – dasar Obstetri dan Ginekologi. Jakarta : Hipokrates
2.      Manuaba, Ida Bagus Gede. 2006. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
3.      Mochtar, Rustam. 2006. Sinopsis Obstetri Jilid 1. Jakarta : EGC
4.      Prawirohardjo, Sarwono. 2005. .Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
5.      Saifuddin, Abdul Bari. 2002. Buku Pedoman Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
6.      Nurhayati, Titik. 2008. Karakteristik Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum Di Ruang Kebidanan Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2008. Tulang Bawang.





LEMBAR ISIAN
KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGALAMI
HIPEREMESIS GRAVIDARUM
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG
TAHUN 2007-2008

NO.
NAMA
HIPEREMESIS GRAVIDARUM
(ordinal)
1. Tingkat I
2. Tingkat II
3. Tingkat III
GRAVIDA
(nominal)

GRAVIDA
(ordinal)
1. Primi
2. Multi
3. Grand
MOLA HIDATIDOSA
(ordinal)
1. Mengalami
2. Tidak Mengalami
KEHAMILAN GANDA
(ordinal)
1. Mengalami
2. Tidak Mengalami
PENDIDIKAN
(ordinal)
1.   Tidak Sekolah
2.   Tamat SD
3.   Tamat SMP
4.   Tamat SMA
5. Tamat PT (D3/S1)
PEKERJAAN
(ordinal)
1. Ibu Rumah Tangga
2. Pegawai Swasta
3. Wiraswasta
4. Pegawai Negeri Sipil
1.
Ny. P
1
2
2
2
2
4
2
2.
Ny. I
1
3
2
2
2
2
1
3.
Ny. H
1
2
2
2
2
1
1
4.
Ny. S
1
3
2
2
2
4
1
5.
Ny. M
1
1
1
2
2
4
1
6.
Ny. U
1
2
2
2
2
4
1
7.
Ny. R
1
1
1
2
2
4
2
8.
Ny. S
1
1
1
2
2
5
4
9.
Ny. S
1
1
1
2
2
4
1
10.
Ny. S
1
3
2
2
2
4
1
11.
Ny. L
1
1
1
2
2
4
2
12.
Ny. O
1
1
1
2
2
3
1
13.
Ny. A
1
1
1
2
2
2
1
14.
Ny. Y
2
3
2
2
2
4
1
15.
Ny. M
2
1
1
2
2
4
2
16.
Ny. A
1
1
1
2
2
4
2
17.
Ny. S
1
4
2
2
2
2
1
18.
Ny. M
1
1
1
2
2
1
1
19.
Ny. N
1
1
1
2
2
3
1
20.
Ny. D
2
1
1
2
2
3
1
21.
Ny. N
1
1
1
2
2
4
4
22.
Ny. C
1
1
1
2
2
4
3
23.
Ny. R
1
4
3
2
2
3
1
24.
Ny. T
2
3
2
2
2
2
1
25.
Ny. Y
1
1
1
2
2
4
1
26.
Ny. B
1
2
2
2
2
5
4
27.
Ny. G
2
1
1
2
2
2
1
28.
Ny. S
1
1
1
2
2
5
4
29.
Ny. S
1
1
1
2
2
4
1
30.
Ny. M
1
1
1
2
2
1
1
31.
Ny. R
1
2
2
2
2
4
4
32.
Ny. M
1
2
2
2
2
4
1
33.
Ny. T
2
1
1
2
2
4
3
34.
Ny. D
2
1
1
2
2
3
1
35.
Ny. A
2
2
2
2
2
1
1
36.
Ny. U
1
3
2
2
2
2
1
37.
Ny. K
1
3
2
2
2
2
1
38.
Ny. M
1
1
1
2
2
4
1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar